Ikhtisar Laporan: Kemajuan Besar dalam Pengurangan Emisi
Menurut laporan keberlanjutan yang baru saja dirilis, Baker Hughes telah mencapai pengurangan absolut sebesar 36,9% pada emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 dan 2 dibandingkan dengan dasar tahun 2019. Pencapaian ini merupakan pengurangan emisi terbesar yang pernah dicapai perusahaan hingga saat ini, menegaskan komitmennya terhadap masa depan dengan karbon yang lebih rendah. Selain itu, intensitas emisi operasional turun sebesar 45,8% selama periode yang sama, membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan dan pertumbuhan yang menguntungkan memang bisa berjalan beriringan.
Pendorong Kemajuan: Energi Terbarukan dan Peningkatan Efisiensi
Laporan tersebut menyoroti bahwa hampir setengah dari pengurangan emisi fasilitas—khususnya, penurunan 49,0% pada emisi gabungan Scope 1 dan 2—dapat dikaitkan dengan peningkatan penggunaan energi terbarukan dan efisiensi operasional yang lebih baik. Upaya ini merupakan bagian dari strategi korporat yang lebih luas yang berakar pada tata kelola yang kuat dan budaya “People First”, yang bersama-sama membantu menanamkan keberlanjutan ke dalam operasi sehari-hari.
Perspektif Kepemimpinan: Menggabungkan Tujuan dengan Kinerja
“Keberlanjutan mendasari The Energy Equation™, memastikan bahwa hasil industri dan sumber energi menjadi lebih efisien, lebih andal, dan lebih aman,” kata Lorenzo Simonelli, Ketua dan CEO Baker Hughes. Ia menekankan komitmen perusahaan yang berkelanjutan terhadap integritas, transparansi, dan akuntabilitas saat mengembangkan solusi untuk sumber energi tradisional maupun baru.
Menguatkan pernyataan ini, Chief Sustainability Officer Allyson Anderson Book mencatat, “Laporan keberlanjutan 2025 kami menunjukkan pengurangan absolut emisi operasional terbesar sejak komitmen net-zero kami pada 2019, menunjukkan bahwa keuntungan dan tujuan dapat berjalan bersama.” Ia juga menyoroti peran inisiatif yang digerakkan oleh karyawan seperti Carbon Out, yang mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan di seluruh bisnis.

Sorotan Utama: Kinerja Iklim, Lingkungan, dan Sosial
Kinerja Iklim dan Lingkungan
Selain pengurangan besar dalam emisi operasional, Baker Hughes mengurangi total limbah yang dihasilkan sebesar 29,0% dibandingkan dengan dasar tahun 2022, mendaur ulang 61.270 metrik ton limbah. Perusahaan juga menyelesaikan rekor 856 penilaian siklus hidup—kenaikan 52,9% dari tahun ke tahun—membantu pelanggan lebih memahami emisi yang tertanam dan operasional dari solusi mereka.
Orang, Keselamatan, dan Budaya
Di bidang sumber daya manusia, perusahaan menyelesaikan lebih dari 1,65 juta pengamatan keselamatan, mencapai tingkat insiden tercatat total sebesar 0,25. Baker Hughes juga mengadakan survei keterlibatan karyawan global pertama kalinya, yang diselenggarakan dalam 64 bahasa dengan tingkat penyelesaian sekitar 63%. Selain itu, melalui inisiatif Carbon Out, lebih dari 1.000 karyawan aktif terlibat dalam sekitar 1.500 proyek pengurangan emisi Scope 1 dan 2.
Dampak Komunitas
Di luar metrik operasional, Baker Hughes mendukung lebih dari 900 badan amal di seluruh dunia dan melihat lebih dari 2.100 karyawan menyumbangkan lebih dari 45.000 jam sukarela di komunitas tempat perusahaan beroperasi.
Komitmen terhadap Transparansi dan Standar Pelaporan
Sebagai peserta UN Global Compact, Baker Hughes tetap berkomitmen pada transparansi dan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Laporan keberlanjutan perusahaan disiapkan sesuai dengan standar Global Reporting Initiative (GRI) dan Protokol GRK. Laporan ini juga mencakup indeks terperinci yang selaras dengan Sustainability Accounting Standards Board (SASB), Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), dan kerangka kerja CDP. Sebagai pengakuan atas pelaporan yang ketat, Baker Hughes dianugerahi Best Sustainability Reporting oleh Governance Intelligence pada tahun 2025.